Tutorial UML – Membuat Use Case Diagram dengan Enterprise Architect

tutorial UML- use case diagram

Jika masih belum mempunya software Enterprise Architect silahkan download disini. kenapa memakai software Enterprise Architect karna di dalam software itu banyak sekali pilihan untuk membuat UML Use Case Diagram. baik squance diagram, robutnes diagram dan lain – lain. dan menurut saya mudah digunakan.

Element – elemen pada Use Case Diagram 

actor pada use case diagramActor : Mempresentasikan seseorang atau sesuatu(seperti perangkat,sistem lain) yang berinteraksi dengan sistem.Actor hanya berinteraksi dengan use case tetapi tidak memiliki kontrol atas use case.

belajar use caseUse Case : Adalah gambar fungsionalitas pada sebuah sistem, yang memudahkan customer atau pengguna sistem paham dan dapat mengerti kegunaan dari sistem yang akan dibangun.

asociate usecase diagramAssociation : Menghubungkan link antar element.

include use case diagram<<Include>> : berupa kelakuan atau tugas yang harus terpenuhi agar sebuah event yang lain dapat terjadi, dimana pada kondisi seperti ini sebuah use case satu adalah bagian dari use case lainnya.

dan contoh penerapan dalam pembuatan use case sebagai berikut. contoh Use Case Login / Sign in

contoh pembuatan use case
contoh pembuatan use case diagram – Login
Use Case Sistem Inventory / sistem informasi keluar masuk barang
Use Case Sistem Inventory / sistem informasi keluar masuk barang

Penjelasan Use Case Sistem Inventory / sistem informasi keluar masuk barang :  basic path untuk usecase sistem inventory

– admin mengakses URL halaman login, setelah itu admin mengisi field username dan pasword. user menekan tombol login, maka sistem akan memeriksa pada basis data akun admin, apakah username dan password sesuai atau tidak. apabila sesuai maka sistem akan menampilkan halaman dashbord sistem inventory.

– admin menekan menu tambah barang masuk, setelah itu admin mengisi field kode barang, nama, jumlah, satuan, dari, tanggal, keterangan dll. admin menekan tombol simpan, maka sistem akan melakukan pemrosesan untuk di simpan ke database. apabila berhasil maka sistem menampil halaman untuk melihat barang masuk.

– admin menekan tombol detail barang, untuk melihat detail dan harga barang / sparepart, selanjutnya sistem memeriksa kedalam database untuk menampilkan data yang di inginkan. selanjutnya sistem menampilkan detail data yang di pilih.

– admin menekan menu tambah barang keluar, setelah itu admin mengisi field kode barang, nama, jumlah, satuan, untuk, tanggal, keterangan dll. admin menekan tombol simpan, maka sistem akan melakukan pemrosesan untuk di simpan ke database. apabila berhasil maka sistem menampil halaman untuk melihat barang keluar.

– admin menekan menu cetak laporan, selanjutnya sistem mengambil data yang sudah tersimpan di database. selanjutya data di export ke dalam excel / pdf untuk menampilkan laporan. selesai 

Alternate untuk Usecase sistem inventory

admin mengakses URL halaman login, setelah itu admin mengisi field username dan pasword. user menekan tombol login, maka sistem akan memeriksa pada basis data akun admin, apakah username dan password sesuai atau tidak. apabila data yang di isikan tidak sesuai / tidak benar maka sistem akan menampilkan pesan bahwa username dan password salah.

– admin menekan menu tambah barang masuk, setelah itu admin mengisi field kode barang, nama, jumlah, satuan, dari, tanggal, keterangan dll. admin menekan tombol simpan, maka sistem akan melakukan pemrosesan untuk di simpan ke database. ababila proses penyimpanan ke database tidak berhasil maka sistem akan menampilkan pesan bahwa data tidak berhasil di simpan.

– admin menekan tombol detail barang, untuk melihat detail dan harga barang / sparepart, selanjutnya sistem memeriksa kedalam database untuk menampilkan data yang di inginkan. apabila gagal melakukan proses maka tidak akan terjadi aktifitas apapun.

– admin menekan menu tambah barang keluar, setelah itu admin mengisi field kode barang, nama, jumlah, satuan, untuk, tanggal, keterangan dll. admin menekan tombol simpan, maka sistem akan melakukan pemrosesan untuk di simpan ke database. ababila proses penyimpanan ke database tidak berhasil maka sistem akan menampilkan pesan bahwa data tidak berhasil di simpan.

– admin menekan menu cetak laporan, selanjutnya sistem mengambil data yang sudah tersimpan di database. jika terjadi kesalahan maka sistem akan menampilkan pesan kesalahan eror . selesai.       usecase tersebut adalah usecase yag saya buat saat laporan proposal Kerja Praktek. membuat sistem inventory.

Tinggalkan Balasan